Kamis, 13 Juni 2013
Selasa, 12 Maret 2013
senyuman mu berarti
Dengan senyum keceriaan yang tulus dari hati
mu akan membuat kamu tampak selalu bahagia,enjoy,semangat dan senyum mu
juga akan membuat mereka yang melihat mu meresa terhibur, meski
sebenarnya kamu sedang dalam duka atau pun derita, tetaplah berikan
senyuman mu pada sesama mu ..
#hidup itu enjoy, dan hadapi ikhlas..
#hidup itu enjoy, dan hadapi ikhlas..
tentang kebahagiaan
Raga
ini bisa bahagia namun jiwa ini tak bisa bahagia jika seseorang yang
telah akrab,baik,kita selalu bersama dgnnya, yang telah kita anggap
sebagai keluarga kita sendiri masih menyimpan rasa kecewa pada kita dan
belum mengucapkan : "ya aku memaafkan mu".
#menyakitkan..
namun kita harus tetap tersenyum dan hadapi semua dgn ikhlas ..
ookkkyy guyss.., semangatt :-)
Kamis, 07 Maret 2013
Perbedaan Antara Sahabat Dan Teman
haiii teman-teman, kali ini postingan berbeda .. cerita viti belum sempat di lanjutkan .. nantikan aja kelajutannya ya.. kali ini saya hanya berbagi pendapat dengan teman-teman...
perbedaan antara sahabat dan teman
sahabt selalu ada disaat kita susah,sedih,maupun senang. namun jika teman jarang bisa menemani kita diaat susah ataupun sedih.
jika sedang bertengkar teman mudah untuk dilupakan, namun sahabat sulit untuk dilupakan.
jika dibenci seorang teman tidak begitu sakit, namun jika dibenci seorang sahabat akan terasa sangat menyakitkan.
jika dilupakan seorang teman tak telalu sakit namun jika dilupakan seorang sahabat akan terasa sangat sakit.
"semua orang: mudah/dapat kita jadikan teman namun tidak mudah untuk menjadikannya seorang sahabat.
inilah menurut pendapat ku, silahkan berikan komentar menurut pendapat teman-teman...
Rabu, 06 Maret 2013
Kisah Adik dan Kakak
Kerinduan Seorang Adik
Seorang anak sulung berusia
15 tahun bernama Viti. Viti sering banget aktiv kegereja, sehingga suatu ketika
ia bertemu sorang kakak senior dalam organisasi Misdinar digerejanya, kakak
yang baik hati,yang rajin kegeraja, yang banyak pengetahuan tentang iman, dan Viti
pun merasa nyaman dengan kakak itu. Kendati tidak mempunyai kakak Viti pun
menganggap perempuan itu seperti kakak kandungnya sendiri .Dan begitu juga
kakak seniornya tersebut sudah menganggap Viti sebagai adiknya. Kakak itu
bernama Maria, yaachh sesuai dengan namanya Maria,dia adalah orang yang Top
banget jadi teladan menurut Viti.
Maria banyak
mengajarkan berbagai hal, pengalaman hidup pada Viti,sehingga kehidupan Viti
tadinya sering merasa kesepian, tidak memiliki teman curhat, tidak merasakan
kasih sayang dari seorang kakak, tidak mengerti apa-apa tentang gereja, tidak
mengenal lingkungan sekitar(hanya lingkup kecil/kurang bergaul), sering
mengeluh dengan kehidupan keluarga yang kurang harmonis, yang mudah putus asa
dsb, semenjak berkenalan, sering bersama orang yang di anggap kakak kandungnya
yaitu Maria viti berubah drastis, Viti
pun menjadi anak yang baik, semua sifat jelek nya mampu di rubahnya. Setiap ada
masalah dalam kehidupannya kini Viti mampu menghadapinya.
Dan Viti yang dianggap buruk waktu masa SMP nya
sekarang bisa menjadi teladan teman-teman dilingkungan sekitarnya. Dan yang
sangat mengesankan orang tua Viti yang
jarang harmonis,jarang ke gereja pun sampai bisa disadarkan oleh Viti sendiri,
lantaran bantuan Tuhan Yesus melalui perantaraan Maria.
·
Sungguh
salut bukan..????
Setiap ada masalah
mereka selalu bertukar fikir(saling curhat).Dan semenjak itu Viti sangat
menyayangi Maria yang dianggap sebagai kakak. Kehidupan di jalani terus menerus
dengan ikhlas,enjoy dan bercanda tawa antara adik dan kakak tersebut.
Namun kita tahu bahwa
hidup itu di ibaratkan roda yang berputar, tidak selamanya kita berada diatas,
dan kita tahu juga hidup ini tak selalu mudah, berbatu terjal dan penuh liku.
Suatu ketika Viti dipinjamkan
buku yang berjudul Pelangi Kehidupan serta Viti dipercayakan Maria untuk
membaca buku(diary)tentang kehidupan Maria diamasa lalu. Namun Viti kurang
bertanggung jawab atas buku yang dipercayakan kepadanya. Buku yang berjudul
Pelangi Kehidupan Viti pinjamkan pada sahabatnya dan akhirnya buku tersebut
rusak, lalu Viti bingung bagaimana mau mengembalikan buku tersebut, sebab Viti
tau banget sifat kakaknya(Maria) itu pendendam, dan paling tidak suka barang
kesayangannya itu dirusak oleh orang lain.
Selain itu kesalahan Viti
adalah Viti tidak langsung mengembalikan buku yang rusak itu pada kakak nya
atau VIti tidak menyuruh temannya yang merusakkan buku kesayangan kakak nya itu
langsung pada kakaknya (Maria),melainkan Viti hanya menyimpan buku itu,
lantaran Viti masih bimbang dan penuh rasa takut.
kendati sudah lama dipinjam
akhirnya Maria pun menagih buku itu pada Viti, namun Viti terpaksa berbohong
asalannya adalah lupa. Dan lama
kelaman Maria pun mulai curiga dan mulai berfikir negative tentang kondisi buku
tersebut, karena buku diary Maria telah
dikembalikan hanya tinggal buku kesayangan Maria yaitu Pelangi Kehidupan yang
belum dikembalikan.
Dan suatu hari Maria
membuat rencana agar supaya Viti bisa mengembalikan buku kesayangannya
tersebut. Dan rencana itu berhasil, Viti pun dengan penuh rasa takut,
mengembalikan buku itu, dimasukkannya kedalam plastik hitam, dan Viti pun
pulang setelah mengembalikan buku itu. Dan tak berapa kemudian, ketika Viti
sampai di rumah, Viti mendapat sms dari Maria yang marah, kesal melihat keadaan
bukunya yang rusak.
Dan karena kejadian
itu Maria pun dengan sifatnya yang, pendendam,egois, keras serta dengan rasa
penuh kecewa membuat ia tidak mau memaafkan kesalahan orang yang sudah dinggapnya
sebagai adik nya itu (Viti). hubungan adik kakak pun seperti berakhir. Meski
sudah berulang kali Viti meminta maaf Maria tidak pernah merespon permintamaafaan
Viti. Meski Viti sering sms tentang seputar gereja Maria masih sering balas,
namun ketika ketemu di gereja Maria tidak pernah mau melihat wajah Viti.
Dan Viti merasa sangat
bersalah, sampai-sampai masuk gereja ketika ada Maria, Viti tidak sanggup dan
Viti mengeluarkan air mata ataupun terkadang Viti keluar dan tidak ikut
ibadat/misa. Viti tidak tahu ingin cerita dengan siapa tentang masalah ini, Viti
hanya ingat kata sang kakak(Maria) : “jika ada masalah ketika kakak tidak bisa
mendengarkan curhat mu datang lah digereja cerita pada Bunda Maria dan Yesus,
hanya mereka setia hingga akhir hayat” .
Dan kini hidup Viti
penuh dengan tangisan,merasa tertekan batin, Viti juga rela mengorbankan diri
untuk tidak kegereja demi kakaknya itu, karena Viti berfikir jika viti ke
gereja bertemu kakaknya, maka kakaknya akan sakit hati juga dan kakaknya
menjadi berdosa hanya karena kehadiran viti dan viti juga merasa sangat
kehilangan. Kendati Maria adalah seorang
pendendam, Viti tidak tahu kapan dia akan baikan dengan kakaknya(Maria) itu. Viti
hanya menunggu keajaiban Tuhan. Viti hanya bisa berpasrah,berdoa,dan hanya bisa
meminta maaf terus menerus.
Sungguh kasihan nasib
mu Viti …
sambungan
Pengorbanan
Hari
ini ada ibadat Jalan Salib di gereja. Viti merasa berat untuk tidak mengikuti
ibadat tersebut, akhirnya viti mengambil sulusi yaitu viti datang ke gereja
lebih awal agar tidak bertemu gadis yang dianggap sebagai kakak kandungnya itu
“maria”, namun sesampainya viti di gereja, viti dimintai bantuan oleh teman
OMK(Orang Muda Katolik) untuk parkir karena viti orangnya suka menolong dan
viti pun membantunya.
Setalah
beberapa lama lonceng tanda masuk gereja pun berbunyi, dan viti sudah semangat
untuk masuk gereja, namun semangatnya itu hilang lantaran viti tidak sengaja
melihat Maria kakak itu sedang menuju gereja langkah viti pun terhenti dan
tanpa disadari viti mengeluarkan air mata dan viti lagi-lagi merasa sangat
bersalah dan fikiran viti yang buruk terfikir lagi di benak pikirnya, sehingga
pada akhirnya viti memutuskan untuk tidak ibdat di dalam gereja. Viti mengikuti
ibadat di luar gereja dengan temani oleh motor-motor, meskipun telah mengikuti
ibadat diluar gereja viti masih saja bersedih, viti tidak sanggup mendegar
doa-doa yang di ucapkan begitu menyentuh perasaannya dan sangat mengingatkannya
pada kakaknya serta mengingatkan dia tentang tanggung jawab, lagi-lagi viti
mengeluarkan air mata. Namun ketika teman OMK viti yang tadinya sedang membeli
makanan untuk mereka pun telah datang,membuat viti cepat menghapus air matanya
dan membuat dirinya seolah-olah tidak ada masalah, membuat dirinya ceria
padahal dalam hatinya menangis.
Dan
kini ibadat telah selesai, viti hanya bisa melihat kakaknya itu dari kejauhan
sambil mengeluarkan air mata terus menerus. Setelah melihat kakaknya viti
kembali membantu teman OMKnya itu memungut uang parkir dan hati viti pun
menjadi lega, kesedihannya berkurang karena tingkah laku dan kekocakkan
teman-temannya yang sekaligus menghibur viti.
Namun
setelah kegiatan selesai viti kembali kerumah, dan lagi-lagi viti teringat pada
kakak ya, yacchh jelas viti meneteskan air matanya lagi. Sempat terfikir oleh
viti ingin mengambil jalan singkat yaitu bunuh diri, namun niatnya itu tidak
jadi dilaksanakannya karena ia teringat lagi dengan pesan kakaknya dulu.
Akhirnya viti kembali kegereja, merenung, menangis, cerita,teriak mengeluarkan
semua uneg-unegnya, karena viti percaya akan sabda Tuhan yaitu : “MARILAH KEPADA-KU KAMU YANG LETIH LESU DAN
BERBEBAN BERAT AKU AKAN MEMBERIKAN KELEGAAN KEPADA MU”. Karena keasikan mengeluarkan uneg-unegnya
membuat viti lupa bahwa besok ia akan bersekolah. waktu menunjukkan pukul 04.00
WIB (4subuh) viti baru kembali kerumah dan tidur.
Viti-viti
ntah kapan kamu bisa merasakan kebahagiaan itu lagi….
sambungan
“Sabtu
Sore”
Ketika
pulang sekolah viti mendapat sms dari salah satu sahabat maria, dan juga
sekaligus teman dekatnya viti, bernama canyo. Sms itu berisikan tentang baju
yang viti pinjam baiknya di kembalikan hari ini. Dan dengan senang hati viti
pun pergi mengantar baju tersebut. Pertemuan viti dengan canyo itu membuat hati
viti semakin sedih lantaran ketika viti sudah sampai komplek gereja,sebelum
bertemu canyo yang sedang berada dipastoran, viti melihat kakaknya sedang duduk
sendiri di tempat “anti galau” (menurut viti dan sang kakak) dan sepertinya
kakaknya itu sedang banyak masalah sampai-sampai datang di tempat “anti galau
tersebut” . kemudian viti lalu teringat masa-masa ketika mereka duduk berdua di
tempat antai galau itu saling bertukar fikir,bercanda tawa ketika masalah itu
kelar,saling mengajarkan, dan saling mengeluarkan air mata ketika curahan hati
itu sedih, ingin rasanya hati viti untuk menemui kakaknya itu namun viti tidak
sanggup dan akhirnya viti memutuskan untuk laju terus menggunakan sepeda
motornya.
Sesampainya
viti di pastoran, viti pun langsung masuk dan menuju dapur pasotoran, viti juga
teringat dengan masa-masa gembira saat viti bersama kakaknya di koledor menuju
dapur pastoran.
Sesampai
di dapur viti bertemu canyo, dan canyo memberi sesuatu pada viti yaitu data
nama anak misdinar serta uang di dalamnya, katanya itu titipan dari maria agar
viti saja yang memesan baju anak misdinar, padahal viti dan maria telah
berjanji akan memesan baju itu bersama. Lalu viti pura-pura bernyata tentang
keberadaan maria, dan canyo memberika kesaksian palsu canyo mengatakan bahwa
maria pulang kampung dan hari minggu maria tidak bisa ikut pelayana. Namun viti
hanya bisa tersenyum menanggapi saksi dusta canyo tersebut dan viti pun keluar
dari pastoran.
Ketika
viti hendak menghidupkan motor,viti disapa oleh seorang suster yang juga akrab
dengan viti tak di sangka suster menanyakan tentang maria pada viti, lalu viti
bingung menjawabnya, hati viti semakin terasa sakit, dan hampir mengeluarkan
air mata, namun untung saja canyo keluar jadi perbincangan dilanjutkan oleh
canyo. Canyo juga bersaksi dusta terhadap suster. Yachhh viti hanya bisa
terdiam dan ikut tertawa pada saat ceritanya lucu.
Akhirnya
perbincangan selesai, masing-masing melanjutkan aktivitasnya. Dan viti kembali
pulang dan lagi-lagi Viti sedih,lantaran memikirkan kakaknya viti tidak tahu
kenapa kakaknya rela menyuruh temannya bersaksi dusta Viti sangat sedih sekali
dan air mata kembali menghiasi wajah viti padahal matanya sudah bengkak dan
viti pun kembali mengorbankan diri untuk tidak ikut doa malam lantaran tidak
sanggup datang ke komplek gereja.
Tangisan
masih saja berlanjut, hingga jam 1 subuh viti masih saja bersedih, dan viti
sudah tidak sanggup berada dirumah viti pun pergi ketempat anti galau yaitu di
komplek gereja-dibawah lonceng. Air mata pun terhenti seakan-akan sudah
habis,pohon-pohon ikut bergerak seolah-olah mengerti dengan keadaan dan itu
membuat viti menjadi lega dengan sendirinya.
Tepat
jam 2 subuh viti pun pulang karena minggu harus pelayanan ….
Langganan:
Postingan (Atom)